Kompas/Didit Putra Erlangga Acara pembukaan peluncuran fasilitas riset dan pengembangan, di Bandung, Senin (5/12/2011).
Oleh Didit Putra Erlangga Rahardjo | Agus Mulyadi | Senin, 5 Desember 2011
Operator telekomunikasi, Telkomsel, Senin (5/12/2011) ini meresmikan Laboratorium Riset dan Pengembangan Telekomunikasi pertama di Indonesia. Fasilitas itu diharapkan menjadi kiblat pengembangan telekomunikasi di Indonesia.
Semoga semakin maju umat, bangsa dan negara kita. Tumbuh sehat, cerdas, sholeh/hah generasi indonesia kita Barakah umur, pekerjaan, tugas, tanggung jawab dan rizki kita, para orangtua kita, para guru&ulama kita, dan pemimpin kita. Amin
Tenaga surya akan makin terjangkau, seiring temuan terbaru dari para ilmuwan yang membuat sel surya dengan teknologi serupa cara printer mencetak foto. Demikian hasil pengembangan yang dilakukan Para peneliti dari Oregon State University, AS.
Tim peneliti menggunakan chalcopyrite, material yang terdiri dari tembaga, indium, gallium dan selenium yang juga dikenal sebagai CIGS. Material ini memiliki efisiensi surya yang lebih besar dibanding silikon, bahan yang selama ini digunakan untuk membuat panel surya.
Dalam rangka merumuskan agenda-agenda strategis lembaga, khususnya dibidang pengembangan iptek(ICT) yang memberikan solusi bagi agenda – agenda kebangsaan serta mengeksplorasi ide, gagasan, kreatifitas, inovatif bagi perkembangan ICT nasional sebagai upaya memberikan sumbangsihyang konstruktif bagi pembangunan ekonomi nasional, Bakornas LTMI PB HMI akan mengadakan Seminar Ilmiah dengan Tema “Polemik Teknologi Informasi Nasional; Arah dan Perkembangannya ?”
Narasumber diantaranya adalah Staf Ahli Mesristek RI danDirjen Aplikasi Telematika Kemenkominfo RI
Tempat Seminar Nasional adalah Graha Insan Cita Depok, Hari Sabtu, tanggal 16 April 2011, Jam 08.00-13.00.
Para pekerja di PLTN Fukushima, Jepang, Rabu (23/3/2011), berupaya untuk mendinginkan PLTN itu. Sistem pendingin reaktor PLTN itu rusak akibat gempa dan tsunami pada 11 Maret lalu.
Closterium moniliferum, salah satu jenis ganggang mikro yang hidup di air tawar, memiliki potensi untuk membersihkan limbah nuklir yang larut dalam air. Potensi tersebut dipaparkan oleh ilmuwan Northwestern University di Evanston Illinois, Minna Krejci, dalam acara American Chemical Society di Anaheim, California.
Para pekerja, yang bertahan di PLTN Fukushima, Jepang yang rusak akibat gempa dan tsunami, menghubungkan jaringan transmisi untuk memulihkan pasokan listrik ke reaktor nuklir nomor 3 dan 4.
Di tengah krisis nuklir yang terjadi di Jepang, robot-robot ampuh berunjuk gigi dan siap melawan radiasi. Beberapa robot didatangkan khusus dari Australia, Amerika Serikat, dan Perancis guna mengatasi permasalahan terkait reaktor di Fukushima.
Mau tahu apa saja robot-robot itu? Ini dia daftarnya:
KOMPAS/LASTI KURNIA. Pe ke r j a memanen nanas cayenne yang beratnya mencapai 1-4 kilogram per buah dengan masa tanam 16 bulan di Buniayu, Subang, Jawa Barat, Rabu ( 13/ 1). Produksi nanas cayenne telah menembus pasar ekspor, antara lain ke Singapura, negara-negara di Timur Tengah, dan Korea Selatan.
Bagaimana jika sebuah mobil terbuat dari nanas? Wah, pasti seru naik mobil ini. Para ilmuwan yakin, serat tanaman seperti nanas dan pisang bisa dipakai sebagai bahan baku body mobil. Kata mereka, dalam 2 tahun ke depan mobil berbahan serat tanaman buah itu bisa terwujud.
Pesawat listrik pertama Elektra One buatan PC Aero sukses melakukan terbang perdana pada Rabu (23/3/2011) di Jerman.
Pesawat listrik sukses melakukan penerbangan yang pertama kali dan memenangi CAFE Green Flight Challenge yang diadakan NASA. Elektra One yang dikembangkan Calin Gologan itu diuji pertama kali oleh pilot Jon Karkow.
Roket dan peluncurnya buatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).
Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) menetapkan tiga titik lokasi paling cocok untuk peluncuran roket pembawa satelit yang sedang dikembangkannya. Ketiga daerah yakni Tanjung Komang, Kiyoyo, dan Tanjung Laboho, semuanya di Bengkulu.
Berapa jumlah air yang dibutuhkan untuk menyajikan secangkir kopi? Beberapa dari Anda mungkin akan dengan mudah menjawab, "Pastinya satu cangkir." Tapi, berdasarkan Water Footprint, rata-rata jumlah air yang dibutuhkan untuk menyajikan secangkir kopi adalah 140 liter.
Bagaimana bisa? Water Footprint tak hanya menghitung air yang digunakan untuk menyeduh kopi, tetapi juga total air yang dibutuhkan untuk menanam dan memelihara kopi, memanen, dan memrosesnya hingga menjadi biji kopi yang siap digiling, didistribusikan, hingga akhirnya disajikan di meja.