Masyarakat global di awal abad 21 ini dihadapkan pada dua ancaman yang terkait dengan pemanfaatan energi. Pertama adalah kelangkaan atau tidak terpenuhinya sejumlah energi yang dibutuhkan dengan harga terjangkau, terutama yang bersumber dari Minyak Bumi yang saat ini menjadi bahan bakar utama masyarakat. Kedua adalah kerusakan alam yang tidak terkendali akibat pola pemakaian energi selama ini. Bahkan sebagian ahli berpendapat bahwa permasalahan energi ini merupakan satu-satunya tantangan terpenting terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dihadapi umat manusia saat ini (Lewis, 2007). Persoalan ini bersifat mendunia, karena terdapat keterkaitan dan interaksi yang kuat antara kecenderungan global terhadap kondisi dan aktifitas lokal yang spesifik di masing-masing negara.
Perkembangan teknologi memang mencengangkan. Tak jarang, orang geleng-geleng kepala mempertanyakan bagaimana sebuah teknologi inovatif bisa bekerja. Di tahun 2010, beberapa inovasi teknologi seakan menghadirkan keajaiban, seperti berikut ini.
Pusat Penelitian Ekonomi (P2) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menghimbau pemerintah agar mewaspadai gejala deindustrialisasi. LIPI melihat, gejala menuju deindustrialisasi itu makin nyata terihat.
Widjaya Adi, Ketua tim P2 LIPI melihat, setidaknya ada tiga indikator yang menunjukkan mulai bergeraknya perekonomian nasional ke arah deindustrialisasi.
Indonesia yang terletak pada pertemuan tiga lempeng aktif dunia, yakni Lempeng Eurasia, Lempeng India-Australia, dan Lempeng Pasifik, membuat negara kepulauan ini rawan gempa. Hingga kini belum ada alat yang mampu memperkirakan kapan dan di mana gempa akan terjadi.
Kenyataan ini diperparah dengan konstruksi gedung dan rumah-rumah di Indonesia yang tidak mengikuti kaidah tahan gempa. Tidak heran jika bencana gempa sering kali menimbulkan banyak korban jiwa.
Di antara 4 orang penerima Habibie Award 2010, salah satunya adalah Dr-Eng Eniya Listiani Dewi, peneliti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Ia merupakan penerima Habibie Award termuda.
Karya perempuan kelahiran 14 Juni 1974 tersebut berkisar pada lingkup elektrokimia, suatu cabang ilmu kimia yang berkaitan dengan potensi listrik dan energi. Penelitiannya adalah tentang sel bahan bakar berbasis hidrogen yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi baru yang ramah lingkungan.
Indonesia, khususnya Garut, Jawa Barat, memiliki potensi yang sangat besar dalam industri minyak atsiri di dunia, terutama minyak akar wangi atau vetiver root oil. Selama ini puluhan penyuling akar wangi di Garut terjepit di antara dua persoalan: krisis bahan bakar dan tengkulak yang mencekik.
Kebijakan pemerintah akhir tahun 2005 tentang mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM) dengan menaikkan harga BBM lebih dari 100 persen telah menempatkan para penyuling di ambang kehancuran. Biaya membeli minyak tanah sebagai bahan bakar utama penyulingan naik lebih dari dua kali lipat. Sementara harga minyak akar wangi kerap tak menentu akibat ulah para tengkulak.
LAPORAN MUSYAWARAH NASIONAL III & EXPO UKM-GELAR KARYA TEKNOLOGI LEMBAGA TEKNOLOGI MAHASISWA ISLAM HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM Surabaya, 10 s/d 12 Februari 2006
Tantangan Indonesia ke depan adalah bagaimana melakukan rehabilitasi pasca terjadinya berbagai bencana alam yang melanda hampir di segala penjuru negeri. Proses rehabilitasi ini akan memakan waktu yang tidak pendek, disamping usaha dan dana yang juga sangat besar tentunya.
Akan tetapi, terjadinya berbagai bencana tersebut tidak menjadi alasan bagi elemen bangsa untuk berhenti berkreasi dan berinovasi. Usaha-usaha dan kegiatan kreatif harus selalu dilakukan dan ditingkatkan sebagai penyeimbang terjadinya bencana selama ini. Oleh sebab itu, mahasiswa sebagai salah satu elemen bangsa harus mampu menunjukkan peran strategis guna melakukan peran penyeimbang tersebut. Dengan usaha-usaha kretaif dan inovatif, akan ditemukan solusi baru untuk memecahkan setiap problem yang ada di masyarakat. Dengan inovasi-inovasi dan temuan baru, diharapkan akan dapat semakin meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja di semua sektor kehidupan.
Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (LTMI PB HMI) menyelenggarakan Musyawarah Nasional V. Kegiatan ini bersamaan dengan pelaksanaan Kongres ke-27 HMU di Graha Insan Cita, Depok
Kawasan Seberang Ulu yang berada di tepian Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan
Rouen, sebuah kota di Perancis utara, pada tahun 1990-an dilanda kemacetan lalu lintas. Mobilitas masyarakat semakin terganggu. Warga setempat pun mulai panik, gelisah, dan jengkel. Hampir tiap hari mereka meminta pemerintah setempat untuk segera melakukan langkah-langkah nyata guna mengurai kemacetan yang kian menyebalkan.
Pemerintah kota setempat pun tidak tinggal diam. Sejumlah rencana dilakukan, antara lain melakukan pelebaran badan jalan, peningkatan pengendalian lalu lintas secara ketat, dan pembatasan usia kendaraan. Akan tetapi, semua program yang dikerjakan sama sekali tidak mampu menyelesaikan masalah kemacetan.
Kapal DSBC 50.000 DWT Produksi PT PAL Indonesia berhasil diselesaikan dan kemudian diserahkan ke perusahaan Singapura
Dalam waktu empat tahun ke depan, PT PAL Indonesia bekerja sama dengan perusahaan kapal Belanda segera menyelesaikan kapal perusak kawal rudal (PKR). Ke depan, kapal jenis kapal ini akan memperkuat armada pertahanan TNI Angkatan Laut.
Sejumlah bangunan di Kampung Bosuwa Desa Betumonga Pulau Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, hancur akibat gempa dan tsunami, Rabu (27/10/2010).
Antisipasi Tsunami
Sistem peringatan dini bencana tsunami di Indonesia masih lemah, terutama dalam proses penyebarluasan peringatan dini kepada masyarakat. Penyebarluasan peringatan dini melalui televisi tidak menjangkau pulau terpencil dan kecil. Keterampilan masyarakat mengantisipasi bencana menentukan dalam upaya penurunan risiko timbulnya korban dalam bencana tsunami.