Masyarakat global di awal abad 21 ini dihadapkan pada dua ancaman yang terkait dengan pemanfaatan energi. Pertama adalah kelangkaan atau tidak terpenuhinya sejumlah energi yang dibutuhkan dengan harga terjangkau, terutama yang bersumber dari Minyak Bumi yang saat ini menjadi bahan bakar utama masyarakat. Kedua adalah kerusakan alam yang tidak terkendali akibat pola pemakaian energi selama ini. Bahkan sebagian ahli berpendapat bahwa permasalahan energi ini merupakan satu-satunya tantangan terpenting terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dihadapi umat manusia saat ini (Lewis, 2007). Persoalan ini bersifat mendunia, karena terdapat keterkaitan dan interaksi yang kuat antara kecenderungan global terhadap kondisi dan aktifitas lokal yang spesifik di masing-masing negara.
Berani atau tidak, itu masa depan perindustrian mesin-mesin bermotor. Para peneliti dari Universitas Twente, Belanda, menemukan cara baru mengembangkan bahan bakar nabati dalam skala besar, tapi tidak mengorbankan persediaan pangan. Minyak tersebut didapat dari sampah hutan dan pertanian, kemudian diolah kilang penyulingan yang sudah ada saat ini, menjadi bahan bakar bagi mobil dan pesawat terbang.
Selain tenaga matahari, angin, dan gelombang air, ada pula sumber tenaga lain yang bersifat dapat diperbarui. Periset tengah menguji coba penggunaan tenaga itu dengan alat yang dapat menarik listrik dari udara. Benar, energi baru itu adalah listrik di udara yang memicu terbentuknya kilat dan petir.
Hasil jajak pendapat yang disampaikan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menyatakan bahwa 57,6 persen dari 3.000 orang di Jawa dan Bali dapat menerima rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir atau PLTN.
Ledakan kompor gas 3 kg yang marak terjadi belakangan ini salah satunya disebabkan banyaknya persambungan antara tabung gas dan kompor. Terdapat tiga persambungan gas yang bisa memicu kobocoran pada tipe kompor gas yang beredar di masyarakat saat ini, yakni di persambungan antara katup tabung dan regulator, regulator dan selang, serta selang dan kompor.