PT Dirgantara Indonesia akan mulai mengembangkan teknologi pesawat amfibi satu-satunya di Indonesia, yang akan mulai dijual pada 2012. Pesawat yang mampu mendarat di lautan itu dibuat memanfaatkan lisensi pabrikan Jerman, Dorner Seawings.
Kontras itu memang amat jauh: antara Pameran Kedirgantaraan Paris 1997 dan Pameran Kedirgantaraan Singapura 2010. Di Salon Le Boruget 1997, ada prototipe N-250, pesawat penumpang bermesin baling-baling hasil rekayasa putra-putri Indonesia yang dilengkapi kontrol fly-by-wire. N-250 datang ke Paris dua tahun setelah terbang perdana menjelang HUT ke-50 RI dan masih menandai era kejayaan industri kedirgantaraan RI.
Teknologi Hijau tak hanya diterapkan pada kendaraan darat saja. Teknologi itu sudah mulai diterapkan pada pesawat terbang. Untuk pertama kalinya, pesawat terbang dengan bahan bakar sel mengudara di Kota Hamburg, Jerman, Selasa (7/7).
Anda pasti terheran-heran dengan pesawat yang dipamerkan oleh petualang balon udara yang juga seorang psikiater, Bertrand Piccard, beberapa hari lalu. Dia memamerkan bentuk asli pesawat bertenaga panas matahari yang diberi nama Solar Impulse di Zurich, Swis.
a.ROUND TABLE DISCUSSION LITBANG PERHUBUNGAN 3 JULI 2008
“KESESUAIAN TEKNIS KAPAL PENYEBERANGAN TERHADAP WILAYAH OPERASI”
Aspek keselamatan pelayaran meliputi:
Pembinaan Keselamatan Pelayaran; Faktor keselamatan erat kaitannya dengan pengawasan dan penegakan hukum di bidang pelayaran dan sangat mendasar dalam menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran. Dalam rangka menjamin keselamatan kapal penyeberangan terutama untuk menghadapi faktor cuaca pada setiap daerah operasi/lintasan diharuskan mengacu pada spesifikasi kapal yang telah ditetapkan. Selain faktor cuaca perlu diperhatikan juga faktor kondisi pelabuhan agar spesifikasi kapal sesuai dengankondisi pelabuhan, rambu-rambu, kapasitas kapal juga harus diperhatikan.
b.Peran BKI (Biro Klasifikasi Indonesia); BKI memiliki peranan dalam menentukan Spesifikasi kapal penyeberangan yang di gunakan berdasarkan daerah operasi/lintasandengan kecepatan 10 knot dan 15 knot mempunyai spesifikasi yang bervariasi terutama dalam ukuranutama kapal (L/B, L/H, B/H, L/T, H/T, dan B/T), spesifikasi kapal penyeberangan sebagai berikut :